Rabu, 27 Maret 2019

Menyusuri Beijing, Kota Sejarah (Belajar ke Negeri China bagian 2)

Delapan jam pesawat China airlines membawa kami terbang dari Jakarta menuju Kota Beijing. Tepat pukul 07.00 waktu setempat kami mendarat di terminal 3 Beijing Capital Airport (PEK). Udara dingin menyergap wajah dan jemari tangan. Aplikasi suhu di telepon genggam menunjukkan suhu 30 Celcius. Bandara ini amat besar, sehingga dari ruang kedatangan, kami harus menaiki kereta bandara yang disediakan secara gratis menuju ke tempat pengambilan bagasi .  

.Menuju ruang pengambilan bagasi dengan kereta bandara

Selesai urusan bagasi, kami membawa koper masing-masing, lalu melakukan check in secara mandiri. Di bandara PEK tersedia beberapa mesin check in mandiri. Proses awal check in yaitu scanning paspor, setelahnya, melakukan sidik empat jari kiri dan kanan secara bergantian. Selesai itu, dilanjut dengan sidik ibu jari kiri dan kanan. Jika semua proses diterima akan keluar secarik kertas bertuliskan OK. Kertas tersebut dimasukkan ke dalam paspor untuk dibawa ke bagian imigrasi. Check in mandiri akan mempercepat proses keimigrasian. Setelah pemeriksaan paspor dan pemindaian wajah, proses keimigrasian selesai.
Setelah semua anggota rombongan selesai dengan proses keimigrasian, kami menuju ke pintu keluar bandara. Di depan pintu, kami disambut oleh pemandu wisata lokal yang bernama Tedy. Dia pandai berbahasa Indonesia dengan logat China. Tak sempat mandi, kami langsung dipandu menuju ke lapangan Tiananmen (baca: Tian anmen). Karena rombongan kami sudah membeli tiket terlebih dahulu, proses menuju lapangan ini pun cepat. Berbeda dengan pengunjung individu yang belum booking tiket. Mereka harus sabar mengantre untuk mendapatkan tiket.  Kami menuju lapangan melewati jalan bawah tanah, menembus jalan raya di depan lapangan. Hati saya berdebar begitu memasuki area lapangan yang bersejarah ini. Dulu, saya hanya bisa melihatnya di telivisi  saat terjadi demonstrasi di tempat ini. Beritanya sangat ramai sebab demonstrasi berlangsung selama berminggu-minggu dan tindakan tegas oleh aparat berwenang saat membubarkan para demonstran. 
Protes Lapangan Tiananmen 1989 (atau Insiden 6/4 atau Pembantaian Lapangan Tiananmen) adalah sebuah rangkaian demonstrasi yang dipimpin oleh mahasiswa  diadakan di Lapangan Tiananmen BeijingRepublik Rakyat Tiongkok, antara 15 April dan 4 Juni 1989. Protes ini ditujukan terhadap ketidakstabilan ekonomi dan korupsi politik yang kemudian merembet menjadi demonstrasi pro-demokrasi yang memang merupakan suatu yang belum lazim di Tiongkok yang otoriter. Lebih dari 3.000 orang meninggal sebagai akibat tindakan dari pasukan bersenjata.(https://id.wikipedia.org/wiki/).
Lapangan Tiananmen
Lapangan ini sangat luas dan cantik. Lantainya tersusun atas batu-batu granit yang tertata rapih. Terletak di luar pintu selatan Istana Kuno Dinasti Ming dan Qing, mendapat namanya karena pintu selatan istana bernama Tianan Menwai (天安門外). Di sebelah selatan lapangan ini, ada dibangun sebuah bangunan yang merupakan Museum Ketua Mao. Di dalam bangunan ini, jenazah Ketua Mao Zedong yang diawetkan di dalam kotak kaca ditempatkan. Di seberang lapang Tiananmen terdapat sebuah perpustakaan yang amat megah.
Setelah foto bersama di depan museum, perjalanan kami lanjutkan. Tujuan kami berikutnya adalah tembok besar China (The Great Wall). Sekira 20 menit kami sudah tiba di tujuan. Terbentang di hadapan kami pemandangan yang amat megah dan mengagumkan. Sejauh mata memandang terbentang tembok yang mengelilingi kota Beijing. Tedy menjelaskan sejarah tembok ini. Tembok besar China adalah tembok raksasa yang membentang sepanjang 6.350 km, seperti naga yang sedang menggeliat dan siap menghadang semua musuh China. 
Tembok besar yang menjadi salah satu keajaiban dunia sekaligus ikon negara China ini membentang mulai dari Shanhaiguan di sebelah timur, melewati perbatasan China dan Manchuria hingga Lop Nur, di sebelah tenggara daerah otonomi Xinjiang Uygur. Pembangunannya memerlukan waktu yang sangat lama, lintas generasi, bahkan lintas zaman, dan melibatkan ratusan ribu pekerja. Tembok Besar China mulanya dibangun untuk melindungi negara dari serangan musuh. Kaisar Qin Shihuang-lah yang pertama kali mewujudkan pembangunan dinding pertahanan itu menjadi Tembok Besar China sepanjang 2.414 km. Di zaman Dinasti Ming, rancangan bangunannya disempurnakan menjadi tembok seperti yang terlihat sekarang ini. Qin Shihuang atau yang lebih dikenal dengan Shi Huang Ti adalah penguasa militer yang berkuasa untuk mempersatukan seluruh Daratan China di tahun 221 SM. Shi Huang Ti mengerahkan 300 ribu orang untuk melakukan kerja paksa membangun Tembok Besar China. Selama 10 tahun pembangunannya, puluhan ribu orang menjadi korban. Rata-rata, mereka tewas akibat kelaparan dan kelelahan. Tak sedikit juga yang menjadi korban penyerangan gerombolan penyamun. Tak heran jika Tembok besar China memiliki julukan yang cukup menyeramkan, yaitu "Pemakaman Terpanjang di Dunia". Ini karena korban yang meninggal dimakamkan di sepanjang dindingnya. Rakyat China sendiri menjulukinya "dinding 10.000 Li". Nama ini tak hanya menggambarkan panjangnya, tapi juga lama pembangunannya. Berawal di tahun 656 SM oleh negara Chu, hingga zaman Dinasti Ming, 2.700 tahun kemudian.(https://www.ilmusiana.com/2015/11/sejarah-dari-tembok-besar-china.html).
Selesai penjelasan sejarah, kami disilahkan untuk mengeksplor kawasan tembok besar. Saya memilih untuk naik ke sisi sebelah kanan, sebab sebelah kiri terlihat lebih curam. Butuh stamina bagus untuk menelusuri tembok besar. Medannya terus menanjak, setiap beberapa meter terdapat tangga, dan di atasnya ada sebuah bangunan. Di dalam bangunan terdapat dapur dan tempat alat-alat untuk kegiatan pembangunan. Tembok dan lantainya terbuat dari batu granit. Lebar lantai tembok sekira 5 meter, sedang tinggi pagar sekira 1 meter. Saya hanya sanggup menyusuri tembok sampai puncak ke-tiga. Pemandangan sekitar tembok cukup indah di musim semi ini. Dari atas tembok kita bisa melihat jalan raya, bangunan sekitar tembok, dan hutan.


The Great Wall
Di sekitar pintu masuk terdapat kios-kios penjual cinderamata. Harganya bisa ditawar, jangan ragu untuk menawar sampai dengan 1/3 dari harga yang ditawarkan oleh penjual. Semakin pintar menawar,  maka  barang akan didapat dengan harga murah.
Toko Cinderamata
Menyusuri tembok besar China merupakan pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya, tidak akan terlupakan. Menyusuri kekayaan sejarah Kota Beijing yang termasuk kedalam salah satu warisan budaya dunia. Oh ya, sebelum menyusuri tembok besar, sebaiknya anda ke toilet terlebih dahulu, sebab di sepanjang tembok besar tidak tersedia toilet. Jangan lupa mempersiapkan fisik, sebab menaiki atau menuruni tembok besar, sama-sama membutuhkan energi besar. Selesai foto bersama di depan gerbang tembok besar, perjalanan hari ini kami akhiiri dengan beristirahat di hotel Hollyday Inn. Besok perjalanan akan kami lanjutkan menuju Kota Xuzhou menggunakan moda kereta kecepatan tinggi (KKT).







Jumat, 22 Maret 2019

I’m Not the Best. I’m Blessed (Belajar ke Negeri China bagian 1)

Saya bukan yang terbaik.  Saya orang yang beruntung. Itulah kalimat yang tepat atas keberadaan saya di China saat ini. Semua terjadi atas kehendak yang maha kuasa, Allah SWT dan dukungan orang-orang baik serta keluarga tercinta. Satu diantara seribu orang yang dikirim oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Program Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ke Luar Negeri Tahun 2019 yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Februari s.d. 25 Maret 2019. Ada 12 Negara tujuan yaitu, Australia, Belanda, Thailand, China, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Perancis, Selandia Baru, dan Singapura. Bersama 44 orang kepala sekolah dan 12 orang pengawas sekolah, kami ditempatkan di China tepatnya di Jiangsu Vocational Institute of Architectural Technology Kota Xuzhou (baca: Sucou) Provinsi Jiangsu (baca: Ciangsu) untuk  mengikuti kegiatan Program of school leadership and supervision training.
Kegiatan awal kami adalah pre departure yang dilaksanakan pada tanggal 27 s.d. 28 Februari 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang informasi negara dan instansi negara tujuan, gambaran umum materi pelatihan dan informasi target serta output kegiatan. Keberangkatan kami dilepas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Bapak Prof. Muhadjir Effendy di gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa salah satu arah kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di dunia internasional melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja. Kebijakan ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Selanjutnya amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menuntut kepala sekolah/pengawas sekolah untuk memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas dan melaksanakan tugas keprofesionalan.
Untuk melaksanakan amanat tersebut pemerintah telah melaksanakan berbagai pelatihan kepada pendidik (guru) dan tenaga kependidikan (kepala sekolah dan pengawas sekolah). Dalam rangka memberikan wawasan kepada pendidik dan tenaga kependidikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, maka pemerintah memberikan kesempatan kepada pendidik dan tenaga kependidikan untuk mengikuti pelatihan ke luar negeri. Pengawas sekolah sebagai salah satu pelaku pendidikan yang membina dan membimbing kepala sekolah dan guru dalam mempersiapkan generasi masa depan yang memiliki pengetahuan terbaru dan memiliki kecakapan abad 21 yaitu dapat berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, dan mampu berkomunikasi secara efektif  perlu mendapat wawasan tambahan dengan belajar ke luar negeri. Wawasan ini diperoleh secara langsung dengan belajar dan bekerja bersama pelaku pendidikan terbaik di negara tujuan. Kegiatan pelatihan selain mendapatkan kuliah dari para dosen juga melalui pengamatan langsung tentang manajemen dan proses kegiatan pembelajaran melalui kunjungan ke universitas dan sekolah-sekolah di negara tujuan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi inspirasi dalam berinovasi pada proses persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Selain untuk menambah wawasan, program ini juga merupakan apresiasi kepada guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang telah menunjukkan dedikasi, tanggung jawab, dan prestasi sebagai pelaku pendidikan.
Pengalaman yang sangat berharga bagi saya untuk menimba ilmu ke salah satu negara penguasa ekonomi dunia. Kesempatan yang tidak akan disia-siakan untuk menimba ilmu dan menemukan inspirasi untuk kemajuan pendidikan Indonesia, khususnya bagi Kabupaten Indramayu. Belajar bisa dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja. Ambil yang terbaik, modifikasi, ciptakan yang lebih baik dan implementasikan sesuai dengan situasi dan kondisi. Tanggal 1 Maret saatnya kami terbang menuju ke China membawa sejuta harapan. Mudah-mudahan harapan untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dapat tercapai, aamiin.


Kamis, 20 April 2017

SMPN 3 Jatibarang Bergema, Siap Cetak Siswa Cerdas Berkarakter

Penerapan penguatan pendidikan karakter di sekolah akan berjalan dengan baik bila kepala sekolah sebagai pemimpin mampu menjadi pemimpin yang dapat dipercaya dan visioner. Menjadi orang yang dapat dipercaya berarti Kepala Sekolah merupakan sosok berintegritas, mampu menjadi manajer yang berfokus pada   peningkatan kualitas pembelajaran melalui pembentukan karakter. Visioner berarti kepala sekolah memiliki visi jauh ke depan tentang kekhasan, keunikan, dan kualitas sekolah (school branding) yang akan ia bangun. Kemampuan manajerial kepala sekolah untuk menggali potensi lingkungan sebagai sumber belajar dan mengembangkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pendidikan yang ada untuk mendukung program sekolah sangat diperlukan.

SMP Negeri 3 Jatibarang Kabupaten Indramayu dibawah kepemimpinan Ibu Repelitasari, S.Pd., MM., siap untuk mengimplementasikan gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan ingin mewujudkan nilai-nilai utama pendidikan karakter yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas menjadi budaya sekolah. Untuk itu Gerakan PPK di sekolah ini diawali dengan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah dan melaksanakan asesmen awal untuk mempelajari kondisi awal dan memastikan taraf kesiapan sekolah dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan gerakan PPK.

Berdasarkan hasil asesmen awal, nilai utama yang akan menjadi fokus pengembangan budaya dan identitas sekolah di SMPN 3 Jatibarang adalah karakter religius. Alasan karakter religius menjadi prioritas adalah karena nilai karakter ini meliputi tiga dimensi relasi sekaligus, yaitu hubungan individu dengan tuhan, individu dengan sesama, dan individu dengan alam semesta (lingkungan). Nilai karakter religius ini ditunjukkan dalam perilaku mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan sehingga mudah untuk menjalin/mengembangkan nilai-nilai yang lain. Karakter religius akan mendasari seluruh kegiatan, program, dan pengembangan karakter di sekolah.

Selain nilai utama yang menjadi fokus pengembangan karakter, dirumuskan pula sejumlah nilai pendukung. Nilai-nilai pendukung yang ditetapkan yaitu bersih, edukatif,  generasi unggul, dan mandiri. Jalinan antar nilai utama dan nilai pendukung tertuang dalam visi sekolah yaitu “Terwujudnya warga SMPN 3 Jatibarang yang Bergema (Bersih, Edukatif, Religius, Generasi Unggul dan Mandiri)”. Seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat  mengimplementasikan visi sekolah melalui kegiatan pembiasaan sehingga menjadi sebuah budaya di sekolah dalam membentuk karakter warga sekolah.

Berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan, pemangku kepentingan di SMPN 3 Jatibarang menyepakati bahwa branding sekolah adalah “sekolah sehat berkualitas”. Sehat mengandung makna yang luas yaitu SMPN 3 Jatibarang harus memiliki sekolah dengan lingkungan yang bersih dan sehat, warga sekolah memiliki kualitas kesehatan jasmani dan rohani, serta mewujudkannya sebagi pribadi yang  memiliki sikap dan perilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Berkualitas artinya mampu menunjukkan pribadi yang unggul dalam sikap, perilaku dan prestasi yang merupakan pengejawantahan dari hasil olah raga, olah rasa, olah karsa, dan olah pikir. SMPN 3 Jatibarang  siap mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter dengan moto “Berani berubah menjadi lebih baik”.



Selasa, 18 April 2017

190 Kepala SMP Kabupaten Indramayu Mengikuti Workshop Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter

Workshop Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) untuk para kepala SMP negeri dan swasta Kabupaten Indramayu telah dilaksanakan dengan sukses pada tanggal 3 s.d. 8 April 2017. Workshop ini diikuti oleh 190 orang kepala SMP negeri dan swasta Kabupaten Indramayu yang didanai secara mandiri. Kegiatan workhop dilaksanakan secara marathon di sekertariat sektor 01 s.d. 05.

Workshop PPK ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan para pendidik  di Kabupaten Indramayu dimana akhir-akhir ini makin marak terjadi tawuran di kalangan pelajar, penyalah gunaan obat-obat terlarang, dan penyalahgunaan media sosial oleh para siswa. Kepala dinas pendidikan Kabupaten Indramayu Dr. H. M. Ali Hasan, M.Pd. segera merespon hal tersebut, apalagi Kabupaten Indramayu memiliki dua orang fasilitator nasional gerakan PPK, yaitu Wati Rosanah, M.Pd. dan Sri Sunarti, M.Pd. Kegiatan workshop Gerakan PPK dijadikan sebagai kegiatan prioritas untuk segera dilaksanakan. Kegiatan workshop PPK juga dimaksudkan untuk turut serta mensukseskan pesan salah satu program nawacita presiden Republik Indonesia yaitu memperkuat pendidikan karakter bangsa.


Kepala dinas pendidikan Kabupaten Indramayu Dr. H. M. Ali Hasan, M.Pd. membuka acara sekaligus menjadi salah satu pemateri. Dalam sambutannya beliau menghendaki adanya produk berupa program-program sekolah yang mendukung percepatan gerakan penguatan pendidikan karakter. Tujuan workshop ini adalah agar para kepala sekolah mampu menyusun program-program sekolah yang mengintegrasikan 5 nilai utama pendidikan karakter, yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas sehingga menjadi budaya sekolah untuk menghasilkan peserta didik yang cerdas dan berkarakter serta memiliki keterampilan abad 21 yaitu berpikir kritis, kreatif, memiliki kemampuan berkolaborasi, dan mampu berkomunikasi dengan baik.

Keberhasilan pendidikan harus didukung oleh partisipasi keluarga dan masyarakat. Tetapi sekolah sebagai salah satu embaga pendidikan merupakan sarana strategis bagi pembentukan karakter karena lebih kurang 6 jam para siswa berada di sekolah bersama para guru. Kiranya ada banyak kesempatan bagi para pendidik untuk turut menguatkan pendidikan karakter. Workshop Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter bagi seluruh kepala SMP negeri swasta Kabupaten Indramayu diharapkan mampu menghasilkan program-program sekolah yang mengintegrasikan nilai-nilai utama karakter melalui ketauladanan dan dilaksanakan secara massif sehingga para siswa di kabupaten indramayu memiliki bekal keterampilan abad 21.

Jumat, 11 September 2015

Gambaran Umum Materi Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) SMP Program Diseminasi USAID Prioritas Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2015



USAID (united States Agency International Development) PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teachers, Administrators and Students) merupakan program yang didanai oleh USAID bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dilaksanakan untuk mendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama dalam meningkatkan akses pendidikan dasar yang bermutu. Sasaran program pengembangan kapasitas ini adalah guru dan dosen lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), kepala sekolah, komite sekolah, serta pengawas dan staf dinas pendidikan terkait di kabupaten terpilih di tujuh provinsi mitra PRIORITAS, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Pelatihan bagi dosen dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah LPTK terpilih untuk pengembangan peran LPTK sebagai penyedia layanan untuk pendidikan dalam jabatan. 

Program-program USAID telah direkomendasikan oleh kemendikbud untuk dilaksanakan di daerah-daerah non mitra, yang disebut dengan program diseminasi. Beberapa produk pelatihan dari USAID Prioritas telah dipakai oleh kemendikbud untuk diterapkan di sekolah dan LPTK seluruh Indonesia. Program tersebut diantaranya aplikasi pelaporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS (Alpeka), materi Pendidikan profesi guru (PPG), dan pembelajaran aktif, dan budaya membaca. Program diseminasi Pembelajaran dan Praktik yang Baik merupakan program kerja sama pemerintah daerah Kabupaten Indramayu dengan USAID Prioritas. Program ini merupakan komitmen Bupati Indramayu untuk meningkatkan mutu pendidikan di bidang pembelajaran dan manajemen. Sebagai bukti komitmen tersebut, pemerintah daerah Indramayu mengalokasikan dana khusus untuk program ini dalam APBD tahun 2015. Diseminasi Pembelajaran dan Praktik yang Baik  terdiri atas pelatihan kelompok mata pelajaran dan manajemen berbasis sekolah. Pelatihan pembelajaran diikuti oleh guru-guru dari 5 mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA dan IPS. Sedangkan pelatihan manajemen diikuti oleh Kepala Sekolah.

Pelatihan MBS dimaksudkan agar kepala sekolah memahami manajemen yang tepat untuk dapat mendukung proses pembelajaran yang baik. Dukungan yang diharapkan diantaranya adalah sekolah dapat mengakomodasi penerapan hasil-hasil yang didapat oleh guru dalam pelatihan pembelajaran untuk dipraktikkan dalam kelas. Selain itu dukungan dana yang cukup sangat dibutuhkan, oleh karena itu melalui pelatihan MBS kepala sekolah diharapkan dapat menganggarkan dana yang cukup dalam rencana kerja dan anggaran sekolah (RKAS).

Materi-materi dalam diseminasi pelatihan MBS adalah sebagai berikut:
1.    Gambaran Umum Monitoring Program USAID PRIORITAS. Dalam unit ini peserta akan mencermati indikator keberhasilan program Praktik yang Baik USAID PRIORITAS, menilai seberapa jauh materi-materi pelatihan sampai dengan saat ini (pelatihan I dan II) sesuai dengan indikator tersebut, dan mencermati data hasil monitoring program untuk tahun 2012, 2013, dan 2014. Selanjutnya peserta akan berdiskusi tentang manfaat monitoring suatu program dan untuk apa saja data hasil monitoring tersebut dapat dimanfaatkan. Pembahasan lebih difokuskan pada indikator yang terkait dengan manajemen sekolah.
2.   Kaji Ulang Kemajuan Sekolah. Dalam unit ini, peserta akan menyampaikan perkembangan sekolah mereka, terutama sebagai akibat dari pelatihan sebelumnya dan pendampingan, yaitu keberhasilan dan kekurangberhasilan. Kemudian mereka akan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung keberhasilan dan faktor-faktor yang menyebabkan kekurangberhasilan. Setelah itu, peserta akan merumuskan pemecahan agar hambatan yang dialami selama ini dapat diatasi sehingga hasil pelatihan dapat diterapkan lebih optimal.
3.     Pembahasan RTL Pelatihan Pembelajaran. Peserta akan membahas kegiatan-kegiatan yang direncanakan guru untuk diterapkan di sekolah setelah guru  pengikuti pelatihan pembelajaran. Setelah itu, mereka akan mengidentifikasi sumber daya, dana, dan tindakan yang dapat mendukung pelaksanaan rencana tersebut. Selanjutnya, mereka merumuskan tindakan yang perlu dilakukan oleh masing-masing pemangku kewajiban agar hasil pelatihan dapat diterapkan dengan baik.
4.   Pengelolaan Program Budaya Baca. Dalam unit ini, peserta akan mengidentifikasi kegiatan-kegiatan terkait dengan program budaya baca di sekolah mereka yang dapat berjalan dengan baik dan kegiatan yang belum berjalan dengan baik. Kemudian mereka merumuskan kegiatan-kegiatan untuk memperkaya/mendukung kegiatan budaya baca baik di sekolah maupun di rumah. Selanjutnya, mereka merumuskan tindakan nyata yang perlu dilakukan kepala sekolah, guru, dan komite sekolah dalam mengelola program budaya baca, baik di sekolah maupun di rumah. 
5.   Keterampilan Menyimak dalam MBS. Dalam unit ini akan dibahas dan disimulasikan ‘Bagaimana Mendengar secara Aktif’. Keterampilan ini perlu dikuasai oleh seorang kepala sekolah sebagai pemimpin di sekolahnya atau oleh seorang guru dalam menangkap keinginan siswa-siswanya. Demikian juga antara komite sekolah dan sekolah. Mereka perlu memiliki keterampilan mendengarkan yang baik. Pesan yang disampaikan oleh orang lain dapat dimengerti dengan salah bila cara mendengarkan tidak efektif. 
6.       Peningkatan Mutu Pembelajaran – Peran Kepsek dan Pengawas. Kiat melakukan supervisi informal dan supervisi klinis di kelas akan dibahas dalam unit ini. Selain itu, akan dibahas mekanisme penilaian kinerja guru (PKG) dan cara memanfaatkan hasil PKG untuk mengembangkan profesionalisme guru. Dibahas pula berbagai cara membantu guru meningkatkan kinerja mereka. Pembahasan akan berfokus pada apa saja yang dapat dan perlu dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas untuk meningkatkan mutu pembelajaran. 
7.     Peningkatan Mutu Pembelajaran – Peran Guru. Guru perlu memahami komponen kompetensi guru dalam supervisi pembelajaran. Hal ini akan dibahas dalam unit ini. Terkait kompetensi, peserta akan merancang kegiatan MGMP yang dapat meningkatkan kompetensi guru dan mengembangkan keprofesian guru secara berkelanjutan. Selain itu, dibahas pula berbagai cara membantu guru meningkatkan kinerja mereka. Pembahasan akan berfokus pada apa saja yang dapat dan perlu dilakukan oleh guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. 
8.      Peningkatan Mutu Pembelajaran – Peran Komite Sekolah. Peserta akan mengidentifikasi kondisi komite sekolah/madrasah terkait dukungan mereka terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Kemudian mereka merumuskan usulan perbaikan atau peningkatan kondisi tersebut dan mengidentifikasi bentuk partisipasi secara lebih luas dari orang tua, masyarakat, dan/atau komite kepada sekolah. Pembahasan akan berfokus pada apa saja yang dapat dan perlu dilakukan oleh komite sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran.  
9.       Berbagi Hasil Diskusi. Hasil diskusi dan pembahasan oleh masing-masing peran (guru, kepala sekolah, pengawas, dan komite sekolah) pada unit 12B1, 12B2, dan 12B3 dikomunikasikan oleh dan kepada masing-masing, dalam kegiatan pada unit ini, sehingga semua saling mengetahui. Dengan demikian, peran atau kegiatan mereka tidak saling tumpang tindih yang tidak perlu. 
10.   Peningkatan Mutu Sekolah – Peran Masing-masing. Dalam unit ini akan disimulasikan apa saja tindakan yang DIHARAPKAN dan TIDAK DIHARAPKAN dilakukan oleh masing-masing mitra kerja (kepala sekolah, guru, pengawas, dan komite sekolah). Dengan saling mengetahui tindakan tersebut, diharapkan masing-masing saling berhati-hati dalam melakukan tindakan. Akibatnya, akan timbul kekompakan dari semua pihak dalam peningkatan mutu sekolah. 
11.   Rencana Tindak Lanjut Sekolah. Peserta akan merumuskan rencana tindak lanjut tentang apa yang akan dilakukan sekolah sebagai institusi agar hasil-hasil pelatihan, baik pembelajaran maupun manajemen sekolah, diterapkan di sekolah.   

Melalui pelatihan ini diharapkan kepala sekolah dapat menyusun program-program yang efektif dan efisien serta mengalokasikan dana yang cukup untuk mempercepat peningkatan mutu pembelajaran. Pelatihan ini didisain untuk mengaktifkan peserta dan menggali potensi masing-masing sesuai dengan kondisi sekolahnya dan diharapkan peserta dapat mengikutinya secara penuh.

BPJS Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Menyusun RPP Berdiferensiasi

Oleh: Wati Rosanah, M. Pd.  Pengawas SMP Kabupaten Indramayu  Email: watirosanah44@dinas.belajar.id  BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Bela...