Sabtu, 06 Juni 2020

HAINAN TOUR (Bagian 2)


Khasiat Arang Bambu dan Dewi Kwan Im
Hainan adalah provinsi terkecil, terletak paling selatan Tiongkok, berbatasan dengan Vietnam dengan ibu kota Haikou. Hainan merupakan destinasi wisata yang memiliki iklim tropis. Kota tujuan wisata disini diantaranya adalah Sanya, Haikou, dan Wenchang.  Hainan sering dijuluki Balinya Indonesia, karena iklimnya tropis, ini berbeda dengan iklim di Tiongkok daratan. Pemerintah Provinsi Hainan sangat serius menggarap sektor pariwisata, salah satunya dengan memberikan subsidi kepada para wisatawan khususnya wisatawan asing. Paket yang ditawarkan cukup terjangkau, seperti paket wisata yang kami ambil, dengan biaya 6,4 Juta kami bisa menikmati paket wisata yang bagus selama 7 hari (7 malam, 5 hari) all in termasuk biaya akomodasi dan visa. Pelayanan yang kami terima sangat bagus jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.
Perjalanan hari ketiga (5 Januari 2019). Kegiatan diawali dengan sarapan di hotel Astar, hotel yang bagus dengan fasilitas bintang empat. Hidangan pagi ini cukup komplit dari menu lokal sampai internasional tersedia, dan tak lupa di setiap menu ada tulisan halal dan non halal. Selesai sarapan kami segera berkumpul di loby hotel untuk bersiap menuju pantai Yalong bay tidak jauh dari hotel. Pantainya berpasir putih dan bersih. Udara segar laut terasa nikmat di pagi hari, di tempat ini disediakan fasilitas untuk kegiatan para manula untuk melaksanakan senam pernapasan.


Para manula sedang melakukan senam pernapasan
Pukul 09.00 kami berkumpul dan menuju ke sebuah tempat bernama Bamboo Charcoal Shopping, tempat ini merupakan kunjungan wajib dari travel. Di tempat ini kami mendapat penjelasan segala sesuatu tentang bambu dan semua produk yang dihasilkan. Salah satu produk yang terkenal yaitu berbahan dasar arang bambu dan serat bambu. Penjelasannya sangat menarik hingga menarik pengunjung membeli produk-produk yang dibuat oleh perusahaan tersebut. Produk yang terbuat dari serat bambu seperti pakaian dalam, lap, dan tissue. Sedangkan produk yang mengandung arang bambu seperti, sikat gigi, dan termos penjernih air. Kami berada disini sampai waktu makan siang menjelang.

Penjelasan dari petugas tentang khasiat arang bambu
Tiba waktu makan siang, kami menuju restoran yang sudah ditentukan oleh pihak travel. Selesai makan siang kami menuju ke Nanshan Cultural Tourism Zone yang merupakan ikon wisata Kota Sanya. Disini terdapat patung Dewi Guanyin (baca: Kuan Im) yang terbuat dari batu giok, batu permata, dan emas. Pada film Sun Go Kong Si Kera Sakti, Dewi Kuan Im digambarkan sebagai sosok dewi yang sangat cantik, dan lemah lembut. Patung dewi Kuan Im berdiri menjulang setinggi 108 m, terletak di laut namun tidak jauh dari pantai. Tempat ini merupakan tempat ibadah untuk umat Budha.  Untuk menuju patung Dewi Kuan Im, pengunjung melewati jalan berupa terowongan yang di dalamnya terdapat toko-toko souvenir. Jarak dari pintu gerbang masuk menuju terowongan cukup jauh, harus berjalan kaki, dan panas, jadi sebaiknya membawa payung.
Patung Dewi Kuan Im
Selesai melihat patung Dewi Kuan Im, kami menuju destinasi berikutnya yaitu Yetian Minority Nationality Village sebuah desa wisata kediaman suku minoritas Li dan Miao. Di lokasi ini kita bisa melihat tradisi dan budaya suku ini. Bangunannya eksotik, ada sajian tari tradisional, dan bisa melihat  kegiatan sehari-hari. Hal tersebut mengingatkan saya ketika berkunjung ke desa tradisional suku Sasak di Lombok.

Suasana desa tradisional Suku Li dan Miao
Kami menikmati suasana desa tradisional sampai matahari tenggelam, dan segera menuju hotel untuk beristirahat. Kali ini kami menginap di hotel berbentuk apartemen, fasilitas dan pemandangannya bagus tapi fasilitas penerangan lorongnya kurang. Kami pun beristirahat mempersiapkan tubuh untuk perjalanan esok hari.







Jumat, 05 Juni 2020

HAINAN TOUR (Bagian 1)



Burung Phoenix dan Minyak Ikan
Hainan adalah provinsi terkecil, terletak paling selatan  Tiongkok, berbatasan dengan Vietnam dengan ibu kota Haikou. Hainan merupakan destinasi wisata yang memiliki iklim tropis. Hainan sering dijuluki Balinya Indonesia, karena iklimnya tropis, ini berbeda dengan iklim di Tiongkok daratan. Kota tujuan wisata disini diantaranya yaitu Kota Sanya, Haikou, dan Wenchang. Pemerintah Provinsi Hainan sangat serius menggarap sektor pariwisata, salah satunya dengan memberikan subsidi kepada para wisatawan khususnya wisatawan asing. Paket yang ditawarkan cukup terjangkau, seperti paket wisata yang kami ambil, dengan biaya 6,4 Juta kami bisa menikmati paket wisata yang bagus selama 7 hari (7 malam, 5 hari) all in termasuk biaya akomodasi dan visa. Pelayanan yang kami terima sangat bagus jika dibandingkan dengan biaya yang kami keluarkan.
Perjalanan hari pertama dan kedua (3-4 Januari 2019) Hari pertama kami berangkat dari rumah menuju Bandara Soekarno Hatta menggunakan moda kereta api, dan sampai di bandara sekitar pukul 17.00 sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak travel. Kami menuju titik kumpul untuk menerima pengarahan dari pihak travel. Di tempat tersebut kami berjumpa dengan teman-teman seperjalanan dan saling berkenalan dengan anggota grup lainnya yang  berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka terdiri atas grup-grup keluarga, sebelumnya kami berkenalan dan berkomunikasi secara online di grup whatsapp dan berkomunikasi hanya melalui grup.

Sekitar pukul 23.00 kami berkumpul kembali dan diberi arahan oleh tourguide mengenai kegiatan wisata dan budaya masyarakat Hainan. Hal ini dilakukan agar kami menghormati adat isdtiadat dan budaya setempat. Setelah menerima pengarahan, kami mulai memasuki pesawat. Pada pukul 01.00 WIB pesawat pun terbang menuju Hainan, lebih kurang 7 jam kami sampai di pulau Hainan tepatnya Kota Sanya sekitar pukul 07.00 waktu setempat.

Penerbangan bersama Lion Grup, kami sekeluarga duduk di satu deret

Selesai urusan imigrasi, kami menuju ke Hyton Hotel Sanya, sebuah hotel dengan fasilitas bintang 4, hotelnya bagus dan bersih. Kami diberi kesempatan untuk membersihkan diri, berganti baju, dan beberapa saat untuk beristirahat serta sarapan. Pada pukul 10.00 kami berangkat menuju Phoenix Hill Park. Untuk sampai ke puncak bukit kami gunakan moda kereta gantung. Sepanjang perjalanan, dari kereta gantung kami bisa menikmati perkebunan mangga yang begitu luas dan dikelola secara profesional.
Taman Phoenix merupakan puncak tertinggi di kota Sanya, terdapat fasilitas jembatan kayu berpagar mengelilingi bukit. Fasilitas ini memungkinkan kita bisa melihat pemandangan panorama Kota Sanya dan pedesaan sekitarnya yang menakjubkan.  Kami tak menyia-nyiakan kesempatan menikmati pemandangan Kota Sanya dari atas bukit, tampak pemandangan gedung-gedung tinggi dan pantai yang indah. 

Fasilitas jembatan untuk mengelilingi bukit Phoenix

Saat waktu makan siang tiba, kami kembali menuruni bukit dengan kereta gantung untuk makan siang dan melaksanakan sholat dzuhur. Menu makan siang disediakan makanan halal untuk muslim dan non halal untuk non muslim. Selesai makan, kami menunaikan sholat dan ini merupakan tantangan tersendiri untuk melaksanakannya di daerah non muslim, karena tidak tersedia tempat khusus untuk sholat. Tapi diperbolehkan melaksanakan sholat di bagian rumah makan yang agak longgar, dan kami melaksanakannya diantara meja makan dan panggung untuk tampilan live music.
Sholat di antara meja makan dan panggung live show musik
Selesai makan siang, kami diajak untuk menikmati pemandangan pantai, pasirnya putih dan sangat bersih. Kami diwajibkan untuk mengunjungi sebuah tempat yang menjelaskan segala hal tentang Ikan Hiu. Pihak pengelola menyediakan tourgide yang fasih berbahasa Indonesia. Penjelasannya sangat menarik dan penuh semangat, beliau menjelaskan tentang siklus hidup Hiu dan manfaat yang bisa diambil untuk kesehatan manusia. Salah satunya yaitu tentang minyak ikan Hiu yang memiliki khasiat untuk menjaga daya tahan tubuh dan menyembuhkan beberapa penyakit. Kami pun mengikuti arahan tourgide sampai akhirnya kami sampai di sebuah ruangan yang memajang berbagai macam produk dari Ikan Hiu. Disediakan tempat istirahat yang nyaman, dan ada beberapa petugas yang mengajak para pengunjung untuk memasuki ruang-ruang konsultasi.

Di dalam ruang konsultasi sudah ada shines dan asistennya yang mahir berbahasa Indonesia. Shinse mulai membaca telapak tangan, melihat lidah dan wawancara dengan pengunjung untuk mengetahui riwayat penyakit dan menebak penyakit yang sedang diderita. Sang asisten akan menerjemahkannya ke Bahasa Indonesia dengan gaya bahasa yang merayu agar kami membeli produk mereka. Butuh kewaspadaan sebab bahasanya sangat menggiring kita untuk membeli produk mereka. Sulit sekali menghindar untuk tidak membeli produk entah karena sungkan atau terpikat rayuan sang shines. Hampir semua yang masuk ke ruang konsultasi akhirnya membeli produk minyak ikan Hiu he…. he…

Tourguide sedang memberikan penjelasan tentang Ikan Hiu kepada para pengunjung

Kami diberikan waktu cukup untuk menikmati pantai dan kuliner di sini. Menjelang sore kami diajak mengunjungi pusat oleh-oleh yaitu di Pedestrian Street. Di tempat ini beragam oleh-oleh khas Tiongkok seperti batu giok dijual dengan harga murah, tapi harus pandai menawar untuk mendapatkan harga yang bagus. Malam menjelang kami kembali ke hotel untuk beristirahat agar tubuh kembali fit untuk melanjutkan perjalanan di hari ketiga.

Pusat oleh-oleh di pedestrian street










Kamis, 11 April 2019

Harmonisasi demi kesuksesan (Belajar ke Negeri China bagian 7)


Di belakang asrama nomor 15 dengan asrama nomor 7, ada taman yang cukup menarik. Letaknya diantara dua asrama, banyak dari kami yang tidak mengetahuinya. Di taman tersebut ada beberapa simbol, tapi saya tidak mengerti maknanya. Meskipun suhu udara cukup dingin, sekitar 30 C, sesi foto sayang untuk dilewatkan. Selesai berfoto, saya menuju ke perpustakaan, karena kegiatan pembelajaran hari ini diadakan di auditorium perpustakaan yang berlangsung dua sesi.


Taman belakang asrama


Materi pada sesi 1 disampaikan oleh Prof. Li Zhenlu, seorang dosen terbaik dari Xuzhou Polythecnic Institute of Agriculture (Institut Pertanian Suzhou). Topik materinya adalah Exploration and Practice of Professional Cluster Construction. Beliau berbicara tentang manajemen kepemimpinan di kampusnya. Pihak manajemen institut, menata kampus dengan sistem cluster. Penataan cluster berdasarkan jurusan. Dalam satu cluster terdapat kelas, laboratorium sebagai tempat penelitian, perpustakaan, dan kantor. Setiap cluster harus melakukan penelitian dan menghasilkan produk sebagai hasil penelitian. Produk tersebut harus bisa dipasarkan  setelah disertifikasi oleh lembaga yang berwenang. Untuk dapat menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat, pihak institut bekerjasama dengan para petani melalui sistem win-win solution dan penataan manajemen. Strategi win-win solution dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh pihak institut dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan pertanian dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lulusan sekolah pertanian.  Melalui kerja sama ini, pihak institut bisa terus mengembangkan kurikulum sesuai kebutuhan, sedangkan petani dapat menghasilkan produk unggul hasil penelitian para dosen dan mahasiswa.

Kegiatan perkuliahan di auditorium perpustakaan
Ilmu yang diajarkan di kampus sering kali tidak mampu mengejar perubahan kebutuhan masyarakat dan industri. Untuk mengatasinya, pihak institut  berusaha meningkatkan kompetensi dosen, melakukan reformasi kurikulum, dan meningkatkan sarana prasarana. Untuk peningkatan kopetensi dosen, dilakukan pelatihan keterampilan mengajar dan evaluasi secara periodik terhadap kinerjanya. Selain itu, penilaian terhadap dosen juga didapat dari penilaian mahasiswa, masyarakat,  dan produk yang dihasilkan dari jurusan yang diampu. Sistem ini dimaksudkan untuk meningkatkan managemen dalam rangka memperbaiki mekanisme tata kelola. Berkat upaya tersebut, institut pertanian Suxhou telah banyak menerima penghargaan skala nasional dan internasional. Penghargaan-penghargaan tersebut berasal dari prestasi dosen dan mahasiswa. Pukul 11.45, materi sesi satu berakhir, saatnya istirahat dan makan siang.

Pukul 14.00, materi sesi dua dimulai, masih di tempat yang sama. Materi disampaikan oleh Prof. Dai Yong dari Wuxi College of Vocational Technology dengan topik On The Construction of Speciality for Higher Vocational College. Materi yang disampaikan oleh beliau tidak berbeda jauh dengan materi yang disampaikan pada sesi satu. Sebelum adanya penataan manajemen, perkembangan pendidikan tinggi kejuruan di China pada umumnya belum berkorelasi dengan dunia industri, ekonomi, dan belum berkontribusi terhadap GNP negara. Keterampilan lulusan pendidikan tinggi kejuruan belum sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.  Untuk mengatasi hal tersebut, pendidikan tinggi kejuruan mulai bekerja sama dengan perusahan/industri. Kerja sama itu dimaksudkan untuk mendapatkan keuntungan bersama. Pihak pendidikan kejuruan mendapatkan informasi bidang-bidang keahlian apa saja yang dibutuhkan oleh pihak industri, dan segera dilakukan reformasi kurikulum. Pihak perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja yang siap pakai.

Prof. Dai Yong sedang menyampaikan materi
Untuk mengatasi kendala ilmu yang diajarkan di kampus kalah cepat dengan kebutuhan industri, pihak institut kejuruan melakukan beberapa langkah yaitu;
1)   dosen-dosen kejuruan selain bertugas mengajar, mereka juga harus melakukan banyak penelitian, dan bekerja pada industri yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampu;
2)   melakukan reformasi kurikulum agar selalu update dengan kebutuhan tenaga kerja. Mata kuliah selalu diperbaharui mengikuti perkembangan industri;
3)   rekrutmen dosen dari tenaga berpengalaman dari pekerja industri yang telah memiliki sertifikat kelayakan mengajar, atau dosen-dosen yang telah berpengalaman mengajar minimal 3 tahun.
Upaya-upaya tersebut ternyata masih belum mampu mengejar kebutuhan industri yang berkembang begitu cepat. Untuk itu pemerintah China membuat program  1 + X. Angka 1 adalah ijasah yang diberikan oleh institut kejuruan, huruf X adalah sertifikat yang diberikan oleh industri atau lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat kelayakan kerja. Jadi, lulusan pendidikan kejuruan selain mendapatkan ijazah, juga mendapat sertifikat kelayakan kerja. Selain program di atas, pihak institut mengeluarkan tiga macam sertifikat untuk lulusannya, yaitu sertifikat G untuk sertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah, J untuk sertifikat kompetensi, dan Q untuk sertifikat kompetensi dari luar negeri. Dalam dunia kerja, para pekerja industri di China menerapkan budaya kerja 7S yaitu Seiri (kerja tuntas), Seiton (kerja untuk memperbaiki), Seiso (kerja membersih), Seikeetsu (kerja bersih), Shitsuke (literasi), Safety (keamanan), saving (keselamatan).

Apa yang dilakukan oleh manajemen institut pertanian Suzhou dan Wuxi College of Vocational Technology, bisa diadaptasi dan diterapkan di sekolah. Untuk meningkatkan standar kompetensi lulusan, sekolah harus terus mengembangkan kurikulum, meningkatkan kompetensi guru, dan bekerjasama dengan masyarakat. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan evaluasi diri sekolah melalui kegiatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Program-program yang dilaksanakan sekolah adalah untuk meningkatkan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang masih rendah, dan mempertahankan atau meningkatkan SNP yang sudah baik. Peningkatan Kompetensi guru harus dimulai dari penyusunan perencanaan pembelajaran, bagaimana meningkatkan keterampilan pedagogis dalam kegiatan proses pembelajaran , melaksanakan penilaian sesuai tujuan pembelajaran, dan melakukan penilaian serta menindaklanjutinya. Kerjasama dengan masyarakat dimaksudkan untuk menggali peran serta masyarakat untuk peningkatan mutu pendidikan
Foto bersama para pimpinan kampus
Selesai kegiatan pembelajaran, saya menuju pasar malam dekat kampus. Dinamakan pasar malam karena pada malam hari ada banyak pedagang kaki lima di sekitar emperan toko. Letaknya cukup jauh dari kampus. Untuk sampai kesana berjalan kaki lebih kurang 2 km, diantar oleh Izul, salah seorang mahasiswa Indonesia asal Palembang yang sedang berkuliah di Jiangsu Normal University.

Pasar malam

Jenis barang dagangannya sama persis dengan pasar di Indonesia, tapi harganya lebih murah di China. Apa yang ada di pasar malam, ada juga di pasar-pasar di Negara kita. Kreativitas dan kerja keras bangsa China memang luar biasa. Hasilnya produk-produk buatan China menguasai hampir seluruh pasar di seluruh dunia. Semoga di masa yang akan datang, Indonesia makin banyak memproduksi barang-barang dagangan sendiri.

Minggu, 07 April 2019

Senyum sang Profesor (Belajar ke Negeri China Bagian 6)


Pagi di musim semi yang cerah, menumbuhkan semangat tinggi. Pagi ini saya begitu bersemangat untuk mengikuti perkuliahan. Kegiatan dilaksanakan masih di Liya building. Jika kemarin saya menyusuri jalan setapak yang membelah taman, kali ini saya menyusuri jalan kampus, cukup lebar, sunyi, dan bersih. Jalan ini hanya ramai ketika para mahasiswa menuju kelas masing-masing atau kembali ke asrama setelah kuliah usai. Pepohonan berjajar rapih, batangnya dililit semacam karpet berwarna hijau. Daunnya rimbun, kontras sekali dengan pemandangan pepohonan di taman yang meranggas. Merupakan kebiasaan saya untuk tidak melewati jalan yang sama, di suatu tempat yang baru. Hal ini saya maksudkan agar lebih mengenal lingkungan.


Jalan kampus yang rindang dan bersih
Saya tiba di kelas lebih awal dibanding yang lain. Baru beberapa orang saja yang hadir, tapi yang menarik adalah para asisten dosen telah hadir di ruangan untuk mempersiapkan media pembelajaran. Tak lama kemudian, sekitar 10 menit sebelum perkuliahan dimulai, seorang pria dengan senyum manis memasuki kelas, sambil menganggukkan kepala. saya hanya menduga kalau beliau adalah pemateri hari ini, sebab para asisten dosen dalam ruangan tampak mengangguk hormat kepada beliau.


Tepat pukul 09.00, perkuliahan dimulai. Moderator sekaligus penerjemah memperkenalkan pria dengan senyum manis tadi sebagai Prof. Wei Benya. Beliau merupakan dosen terbaik dari Jiangsu Normal University. Memang tak salah rasanya jika beliau adalah seorang profesor terbaik di bidang pendidikan. Penampilannya menarik, senyum yang manis, dan raut muka cerdas, meskipun usianya tak muda lagi. Bukan hanya saya yang merasa nyaman belajar dengan beliau, ternyata seisi kelas berpendapat sama.

Prof. Wei Benya sedang menyampaikan materi didampingi penerjemah
Topik yang disampaikan pagi ini adalah Core Literacy Oriented Curriculum Reform. Gaya beliau dalam menyampaikan materi sangat menarik, dengan bibir yang selalu tersenyum, komunikatif dan menghargai pendapat peserta.
Beliau menceritakan bahwa China pernah mengalami masa dimana kepercayaan terhadap sekolah menengah mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan pengelolaan sekolah tidak memuaskan peserta didik, orang tua, dan masyarakat serta pemerintah. Ditandai dengan permasalahan rendahnya serapan lulusan SMA/SMK di Perguruan Tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah China melakukan suatu kebijakan baru. Terobosan yang dilakukan adalah dengan mereformasi sistem penerimaan peserta didik, seperti pemetaan kemampuan dan minat belajar siswa. Permasalahan itu coba diatasi dengan cara;
1) membuat sistem pemeringkatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Peserta didik yang berkemampuan akademik bagus, dikelompokkan di kelas sain, sedangkan yang kurang mampu secara akademik, akan dikelompokkan  di kelas seni.
2)      pembelajaran ala militer selama 15 hari pada awal masuk sekolah.
3)  penambahan jam belajar, peserta didik berada di sekolah sampai malam hari,diselingi dengan beberapa jam untuk beristirahat.
4)     memperbanyak jumlah, dan  jenis tes yang diberikan kepada peserta didik, dan meningkatkan pendampingan kepada guru. Pendampingan dilakukan pada saat guru menyiapkan pembelajaran, rancangan pembelajaran mencakup tujuan pembelajaran, penugasan/tasking individual dan group, interaksi pembelajaran dan penilaian hasil pembelajaran. 

5)  Mereformasi kurikulum sekolah oleh Kepala Sekolah seperti, peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan, baik terhadap guru senior maupun guru yunior. Pengembangan kurikulum oleh sekolah dan selalu diperbaharui setiap tahun. Dilaksanakan secara ketat, dan komprehensif untuk mengakomodasi kualitas mutu sesuai dengan minat belajar peserta didik. Prinsip pembelajaran adalah teori dan praktek, dengan menghadirkan dunia nyata dari topik pembelajaran yang diambil oleh peserta didik.

Dalam waktu dua tahun, jumlah peserta didik yang diterima di perguruan tinggi meningkat. Namun, cara yang ditempuh di atas, membuat  guru dan peserta didik sama-sama merasa jenuh. Kejenuhan itu disampaikan para guru saat bertemu dengan Prof. Wei Benya. Setelah berdiskusi dengan para guru, beliau  melakukan penelitian. Berdasarkan keluhan para guru, Prof. Wei Benya melakukan penelitian dengan memilih 2 kelas sebagai kelas dengan perlakuan, dan kelas lainnya sebagai pembanding.  

Perlakuan di kelas A pembelajaran menggunakan metode ceramah, seperti yang selama ini dilakukan. Pembelajaran di kelas B dilakukan dengan menggunakan metode diskusi. Hasil akhir penelitian menunjukkan, kelas B, hasil belajarnya lebih unggul, dan peserta didik lebih aktif. Hasil tersebut disosialisasikan kepada para guru, namun tanggapannya kurang antusias. Hal ini disebabkan karena para guru tidak tahu bagaimana cara mempersiapkan pembelajaran dengan metode diskusi dan belajar kelompok, juga ada keengganan dari para guru untuk mengubah gaya mengajarnya. Prof. Wei Benya terus memperkenalkan metode pembelajaran tersebut, sampai akhirnya mendapatkan tanggapan yang positif.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dilakukanlah reformasi kurikulum. Kurikulum dikembangkan sesuai dengan minat dan bakat peserta didik. Guru harus mampu mengembangkan kurikulum sejumlah minat dan bakat peserta didik. Kurikulum tersebut harus memfasilitasi peserta didik mengembangkan kesukaan dan potensi yang dimilikinya.  Peserta didik dimotivasi dengan pemberian beasiswa, sedangkan gurunya dimotivasi dengan peningkatan pendapatan dan promosi jabatan lain yang lebih tinggi. Guru yang tidak kompeten dalam mengajar, akan dipindah tugaskan ditempat lain seperti, menjadi petugas perpustakaan, sambil terus dilakukan pemantauan. Guru yang sudah dipindahtugaskan tidak bisa kembali menjadi guru.
Empat (4) hal yang harus dikuasai oleh guru, yaitu:
1.   Bagaimana menyusun dan mencapai tujuan pembelajaran. Guru dan peserta didik harus tahu tujuan pembelajaran yang akan dicapai;
2.   Tugas pembelajaran yang diberikan, harus merangsang peserta didik menemukan solusi sendiri. Jumlah tugas belajar yang diberikan antara 1 – 3 tugas saja.
3.   Kegiatan pembelajaran, harus ada  interaksi antar peserta didik, atau antar guru dengan peserta didik. Kegiatan pembelajaran sebaiknya mengacu pada piramida pembelajaran.

4.   Assessment, dilakukan sesuai dengan apa yang sudah dipelajari oleh peserta didik.

Seperti di Indonesia, pendidikan di China dimulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dengan sistem pendidikan wajib belajar untuk 9 tahun. Mulai tahun 2020 akan diberlakukan  sistem wajib belajar untuk 15 tahun.

Penyampaian materi oleh Prof. Wei Benya selesai. Saatnya tanya jawab. Pertanyaan pertama dari salah seorang peserta yang berprofesi sebagai kepala sekolah yang menanyakan tentang syarat seorang guru menjadi kepala sekolah di China. Dengan senyumnya yang khas, Prof. Wei Benya menjelaskan, syarat seorang guru untuk menjadi kepala sekolah adalah guru harus disukai oleh teman-teman seprofesinya. Selain itu, harus memiliki kompetensi profesional dan akademik yang bagus. Sebelum menjadi kepala sekolah, guru tersebut juga harus melewati berbagai tes yang dilaksanakan oleh pemerintah. Jika lolos, terlebih dahulu menjadi asisten kepala sekolah. Tidak ada batasan waktu kepemimpinan kepala sekolah di China, namun usia terendah untuk menjadi kepala sekolah adalah 40 tahun.

Pertanyaan kedua, masih dari kepala sekolah dari Palembang yang menanyakan tentang tindakan terhadap guru yang berkinerja rendah. Beliau menjelaskan, tindakan yang dilakukan terhadap guru yang berkinerja rendah adalah berupa sanksi dengan tahapan sebagai berikut; 1) dikembalikan ke pemerintah, 2) belajar lagi selama 6 bulan di perguruan tinggi dan setelah itu kembali mengajar, atau 3) dirumahkan sesuai dengan pencapaian kinerja dari guru yang bersangkutan. 

Kesimpulan yang bisa diambil dari pemaparan materi hari ini adalah proses pembelajaran menjadi muara utama reformasi kurikulum di sekolah. Pembelajaran yang menyenangkan dirancang dengan sangat tepat guna dengan skema; 1) penetapan tujuan pembelajaran, 2) penugasan/tasking individual dan group, 3) interaksi pembelajaran dan 4) penilaian hasil pembelajaran. Proses pembelajaran dilaksanakan secara bermakna dengan melibatkan interaksi setara peserta didik secara keseluruhan baik perorangan maupun berkelompok. Proses penilaian hasil belajar peserta didik dirancang mewakili kemampuan pengetahuan dan keterampilan serta sikap yang ditunjukkan sejalan dengan kurikulum yang diterapkan.

Terinspirasi dari gaya mengajar Prof. Wei Benya, dan  materi yang disampaikannya, saya sebagai pengawas sekolah akan melaksanakan tugas kepengawasan berupa pembimbingan dan pelatihan kepada guru melalui kegiatan workshop tentang penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar aktif dan menyenangkan, serta meningkatkan hasil belajar peserta didik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kegiatan dilaksanakan pada awal semester. Tugas lainnya yaitu melaksanakan tugas kepengawasan berupa pembinaan melalui supervisi kelas untuk mengetahui aktivitas pembelajaran. Kegiatan akan dilaksanakan sesuai jadwal pelajaran. 

BPJS Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Menyusun RPP Berdiferensiasi

Oleh: Wati Rosanah, M. Pd.  Pengawas SMP Kabupaten Indramayu  Email: watirosanah44@dinas.belajar.id  BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Bela...